Ini yang Terjadi Saat Mengalami Serangan Jantung

 

Penyakit jantung adalah salah satu jenis penyakit yang banyak ditakuti oleh masyarakat. Alasannya karena banyak kasus dimana seorang pasien penderita jantung, mengalami serangan mendadak dan akhirnya tidak dapat tertolong, bahkan sebelum pasien tersebut berhasil ditangani oleh Dokter Spesialis Jantung. Proses serangan hingga akhirnya pasien meninggal tidak membutuhkan banyak waktu, hal inilah yang membuat pasien tersebut tidak dapat tertolong.

Penyakit jantung yang umum terjadi di masyarakat yaitu penyakit jantung koroner. Meskipun umumnya penyakit ini menyerang orang yang sudah lanjut usia, namun saat ini mulai banyak juga penderita jantung yang masih berusia muda. Penyakit jantung koroner yaitu saat terjadinya penyempitan pada pembuluh darah koroner yang berfungsi untuk menyediakan darah ke otot jantung. Umumnya penyempitan pembuluh ini disebabkan karena terjadinya penimbunan kolestrol ataupun protein lainnya yang berasal dari makanan yang masuk ke tubuh.

Timbunan berbagai protein serta kolestrol ini akan menyebabkan pembuluh darah koroner menjadi kaku. Ketika pada dinding arteri menempel timbunan plak serta lemak, hal ini akan membuat pembuluh arteri menjadi sempit dan menghambat aliran darah ke jantung. Jika terjadi penyumbatan pada satu atau lebih arteri koroner, maka akan dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung mendadak.

Pasokan darah ke jantung dapat berkurang secara tiba-tiba akibat terblokadenya salah satu nadi koroner selama beberapa saat, bisa akibat dari spasme (mengencangnya nadi koroner) ataupun thrombus (terjadi penggumpalan darah). Pada kasus spasme, bagian otot jantung yang biasanya dipasok darah dari nadi akan berhenti berfungsi selama beberapa saat, namun akan kembali membaik setelah spasme reda dengan sendirinya. Saat itu, fungsi otot jantung akan kembali bekerja secara normal.

Namun, jika pasokan darah ke jantung benar-benar berhenti, sel-sel yang bersangkutan akan mengalami perubahan secara permanen dan dalam waktu beberapa jam otot ini akan mengalami kerusakan secara permanen, otot yang mati ini disebut infark. Saat sistem kerja jantung abnormal, akan menyebabkan jantung tidak dapat lagi memompa darah untuk dialirkan ke seluruh tubuh, termasuk ke otak. Kondisi inilah yang membuat pasien mengalami otak mati dan akhirnya menyebabkan kematian