Waspadai Penyakit Tumor Pada Anak

, , Comment closed

Penyakit tumor adalah pembengkakan atau benjolan pada anggota tubuh yang bisa bersifat jinak juga ganas. Penyebab terjadinya benjolan atau pembengkakan ini pun belum diketahui hingga saat ini.

Selain pada orang dewasa, penyakit tumor juga bisa menyerang anak-anak. Biasanya, tumor pada anak terdapat di organ tubuh yang letaknya pada bagian dalam tubuh, sehingga susah terlihat. Itulah sebabnya, kadang penderita tumor anak ini terlambat memeriksakan diri alias sudah dalam keadaan stadium lanjut ketika ke dokter.

Seperti pada orang dewasa, tumor pada anak hingga saat ini pun belum dikethui penyebabnya. Salah satu teori penyebabnya adalah dikarenakan infeksi virus, yang menyebabkan perubahan sel sehingga menjadi ganas. Selain itu, bisa juga karena perubahan gen atau mutasi yang bisa berhubungan dengan zat kimia, virus, atau hal lainnya.

Pengobatan dan Tingkat Kesembuhan Penyakit tumor Anak

Gejala tumor pada anak amat sulit untuk dideteksi. Bahkan kadang, gejala yang ada tidak spesifik. Sehingga tidak jarang, si anak sudah terlambat ketika dibawa ke dokter. Gejala yang umum biasanya berupa demam tanpa sebab yang jelas yang terjadi secara berkepanjangan (38-38,5 derajat celcius), suhu tubuh yang naik turun meski sudah diberi obat penurun panas, serta turunnya nafsu makan yang menyebabkan penyusutan berat badan dalam waktu yang singkat.

Jenis penyakit tumor yang ditemukan pada anak biasanya berbeda dan jarang ditemukan pada orang dewasa. Jenis tumor yang sering ditemukan pada anak antara lain:

  • Tumor kelenjar getah bening (limfoma malignum),
  • Tumor ganas mata (retinoblastoma),
  • Tumor syaraf (neuroblastoma),
  • Tumor/kanker ginjal (nefroblastoma), dan lain-lain.

Biasanya, untuk tumor-tumor padat (solid tumor), seperti tumor mata, ginjal, kelenjar getah bening, dan lainnya, akan dilakukan bedah untuk diambil jaringannya sebanyak mungkin. Ini untuk melihat jenis tumor yang dijangkit, dan menentukan jenis pengobatan yang akan dilakukan selanjutnya. Apalah perlu kemoterapi, radiasi, dan biopsi atau cukup dilakukan pengangkatan melalui bedah saja.

Selain cara pengobatan yang sudah umum tersebut, para ahli dan dokter pun harus memperhatikan beberapa aspek pengobatan lainnya, mengingat masih berlangsungnya proses tumbuh kembang pada anak. Beberapa aspek tersebut misalnya saja nutrisi yang cukup, penanggulangan infeksi dan rasa nyeri, serta pendekatan psikologis anak dan keluarganya. Apalagi, tidak jarang si anak penderita tumor harus menjalani pengobatan dalam waktu yang panjang.