Waspadai 4 Bahaya Kaporit Ini Saat Berenang

, , Comment closed

Berenang memang merupakan aktivitas yang menyenangkan. Tak heran kalau banyak keluarga yang sering menghabiskan akhir pekannya di wahana bermain air di Jakarta. Akan tetapi, dibalik serunya berenang, terdapat bahaya yang tersimpan dalam kaporit. Kalsium hipoklorit atau yang biasa disebut sebagai kaporit memang merupakan salah satu desinfektan yang umum digunakan pada kolam renang. Kaporit berfungsi untuk membunuh bakteri-bakteri dan menjernihkan air kolam renang. Akan tetapi, terlalu sering terkena kaporit bisa berdampak buruk pada jaringan dalam tubuh. Karena itu, waspadai beberapa bahaya kaporit di bawah ini.

  • Membuat mata perih

Kaporit yang terdapat dalam kolam renang dapat tercampur dengan zat-zat organik lainnya dan menghasilkan senyawa yang dapat menyebabkan iritasi pada mata. Jika terlalu sering terkena air kolam renang, mata bisa menghasilkan lendir dan mengalami masalah penglihatan seperti iritis, retinitis, bahkan

kolam renang

kolam renang

katarak.

  • Mengganggu sistem pernapasan

Kaporit dan air dapat menghasilkan reaksi berupa gas klorin. Klorin dapat mudah masuk ke sistem pernapasan karena berbentuk gas. Padahal, klorin memiliki sifat yang toksik atau beracun. Terlalu sering terpapar klorin dapat menyebabkan gangguan pernapasan seperti bronkitis atau juga asma. Untuk menghindari kadar klorin yang tinggi, sebaiknya pilih kolam renang outdoor sebab sirkulasi udaranya lebih baik dibandingkan dengan kolam renang indoor.

  • Merusak kesehatan kulit

Selain itu, kaporit juga dapat menurunkan kesehatan dan kecantikan kulit. Lama kelamaan kaporit dapat merusak lapisan kolagen pada kulit dan mengakibatkan kulit kusam, kering, dan lebih mudah muncul keriput. Bahkan parahnya, klorin yang terdapat pada kolam renang dapat menimbulkan ruam dan infeksi kulit. Biasanya anak-anak lebih rentan mengalami hal ini.

  • Mengganggu saluran pencernaan

Hampir tidak mungkin untuk berenang tanpa menelan air. Padahal, saat air kolam tertelan maka otomatis jaringan dalam tubuh akan terpapar dengan kaporit. Saat tertelan, kaporit dapat menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan dan menyebabkan rasa terbakar di tenggorokan. Apalagi jika jumlahnya cukup banyak, maka kaporit bisa merusak esophagus dan lambung.

Ternyata, jumlah kaporit yang terlalu banyak dapat menimbulkan efek buruk bagi tubuh. Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk mengetahui cara-cara mengatasi efek dari kaporit agar tubuh tetap sehat meskipun sering berenang! (Rima)