Train To Busan: Drama Kemanusiaan Berbalut Thriller

, , Comment closed

Sudah nonton Train to Busan?

Film musim panas asal Korea Selatan ini memang sempat mengguncang dunia perfilman Indonesia. Jumlah penontonnya bahkan menyaingi rekor film terbaik Indonesia yang juga tayang di tahun yang sama. Train to Busan bercerita tentang zombie apocalypse yang terjadi di Korea Selatan. Dan untuk membuat kisah semakin menegangkan, menariknya film ini mengambil sudut pandang di KTX (sejenis kereta cepat di Korea) di mana semua penumpang harus berjuang untuk bertahan hidup di dalam kereta yang berjalan.

Train to Busan dibuka dengan kisah Seok Woo (diperankan oleh Gong Yoo), seorang fund manager yang telah bercerai. Ia tinggal bersama ibunya dan juga anak perempuannya, Su An, sementara mantan istrinya tinggal di Busan. Menjelang ulang tahunnya, Su An meminta hadiah untuk diantarkan ke Busan dan bertemu dengan ibunya.

Train to Busan

Train to Busan

Awalnya Seok Woo menolak karena ia sangat sibuk dengan karirnya. Namun karena merasa kasihan dengan putrinya, Seok Woo pun setuju untuk mengantar Su An ke Busan keesokan paginya.

Di perjalanan menuju stasiun, keanehan sebenarnya sudah mulai terjadi. Dari dalam mobil, Seok Woo dan Su An sudah melihat gedung-gedung yang terbakar dan juga mobil ambulans yang menuju lokasi kejadian. Tidak ada yang tahu apa yang tengah terjadi di kota itu. Di dalam KTX, kehidupan pun berjalan seperti biasanya. Selain Seok Woo dan Su An, ada pula Sang Hwa yang naik kereta bersama istrinya yang sedang hamil, tim base ball, dan juga beberapa karakter pendukung lainnya.

Kisah dimulai ketika ada seorang penumpang yang sudah terkena infeksi zombie menggigit seorang pegawai kereta. Virus zombie pun mulai menyebar di antara para penumpang, membuat keadaan di dalam KTX menjadi semakin menegangkan. Seolah belum cukup, berita televisi pun menayangkan informasi bahwa Korea Selatan tengah dilanda bencana besar yang membuat beberapa kota diisolasi karena telah terserang virus. Hal ini tentu menimbulkan ketakutan di antara para penumpang.

Bisa dibilang, Train to Busan adalah sebuah drama kemanusiaan yang berbalut thriller. Di dalam film ini, kita bisa melihat bagaimana perangai manusia ketika bencana besar terjadi. Bencana bisa mengubah karakter manusia: menjadi manusia yang egois dan hanya memikirkan diri sendiri atau menjadi manusia yang rela melakukan apa pun untuk melindungi orang yang dicintainya. Kita bisa melihat semua itu. Bagaimana perasaan kita merasa tersentuh ketika melihat perjuangan Gong Yoo yang tadinya egois menjadi seorang ayah yang berani dan tak takut melakukan apa pun demi keselamatan anak perempuannya. Atau merasa kesal ketika melihat seorang COO yang dengan egoisnya mengorbankan orang lain hanya untuk menyelamatkan diri sendiri.

Train to Busan adalah film yang tepat untuk ditonton jika kamu rindu dengan film-film drama yang menyentuh hati, namun juga penuh dengan aksi dan ketegangan di sepanjang cerita. Seperti biasa, akting Gong Yoo sangat memukau di film ini, membuat Train to Busan ‘naik kelas’ dari film zombie biasa menjadi sebuah film thriller yang penuh drama. Sebuah film yang harus ditonton! Semoga review film ini bermanfaat.