Tentang Sugamo Abandoned Case, Kasus yang Menginspirasi Film “Nobody Knows”

, , Comment closed

Pernah nonton film Nobody Knows? Film tersebut merupakan film garapan sutradara terkenal sekaligus produser terbaik di Jepang yakni Hirokazu Koreeda dan telah mendapat banyak penghargaan. Film ini berkisah tentang empat anak yang hidup dalam apartemen kecil di Tokyo setelah ditinggalkan oleh ibunya. Kisahnya sangat tragis dan benar-benar terinspirasi dari kisah nyata yakni Sugamo Abandoned Case.

Sugamo Abandoned Case sendiri merupakan kasus yang cukup terkenal di Jepang namun terkesan ditutup-tutupi oleh pihak kepolisian Jepang. Kalau kamu iseng mencari kasus ini di internet, search result yang akan muncul adalah info tentang film Nobody Knows yang dibuat berdasarkan kasus ini. Tidak banyak yang tahu tentang kasus sesungguhnya dan jika kamu bertanya pada orang Jepang asli pun, mereka tak bisa menjelaskan lebih jauh.

Kasus Sugamo Abandoned Case terjadi sekitar tahun 1988. Hal ini bermula dari seorang ibu muda yang pindah ke apartemen baru bersama anak laki-lakinya. Sang ibu memperkenalkan anak laki-lakinya kepada pemilik apartemen dan berkata bahwa mereka hanya tinggal berdua. Pemilik apartemen tidak tahu bahwa di dalam apartemen tersebut ternyata hidup empat anak, yakni A, B, C, dan D. Nama anak-anak tersebut tidak pernah dirilis ke masyarakat dan pihak kepolisian hanya menyebut mereka dengan alfabet saja.

Anak A lahir pada tahun 1973, anak B lahir pada tahun 1981, anak C lahir tahun 1985, dan anak D lahir tahun 1986. Keempat anak-anak ini lahir dari empat ayah yang berbeda dan kelahiran mereka tidak tercatat dan didaftarkan ke pihak setempat. Mereka semua tidak bersekolah, tidak boleh main di luar, dan tidak pernah terlihat oleh tetangga sehingga tidak ada yang tahu tentang keberadaan mereka.

Sekitar tahun 1987, sang ibu menjalin hubungan dengan kekasih dan meninggalkan anak-anaknya di apartemen seorang diri. Ia meminta A untuk mengurus adik-adiknya dan memberikan uang ¥50,000 sebagai biaya hidup di apartemen Tokyo tersebut.

Sampai di titik ini, kisah antara kasus Sugamo dengan film Nobody Knows masih sejalan. Namun, tidak untuk jalan hidup anak-anak tersebut. Dalam film, digambarkan bahwa anak terakhir dalam saudara tersebut meninggal karena jatuh dari kursi. Kenyataannya, dalam kasus tersebut, yang meninggal adalah anak B. Anak perempuan ini meninggal karena dibunuh oleh dua teman dari Anak A. Anak B terluka parah yang kemudian berujung pada kematiannya. Anak A, yang sebetulnya tidak bersalah, pada akhirnya harus mendapat penangan khusus karena ialah yang menyuruh dua temannya untuk menyembunyikan mayat adiknya.

Begitu kasus ini terungkap, sang ibu menyerahkan diri ke kantor polisi. Ia dihukum penjara selama tiga tahun dan setelah bebas, hak asuh untuk dua anaknya berhasil didapatkan. Tidak ada berita lebih lanjut tentang anak A setelahnya.

Wah, ternyata cerita dari kasus yang sesungguhnya lebih menyeramkan dibanding adaptasi filmnya, ya. Gimana menurut kamu?