Risiko Penularan HIV AIDS pada Anak

, , Comment closed

Baik anak kecil maupun orang dewasa, bisa menjadi ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) dan keduanya memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perawatan dari Health Care terbaik. Sayangnya hingga saat ini masyarakat justru cenderung mengucilkan ODHA. Hal ini disebabkan stigma negatif yang beredar di masyarakat mengenai penyebab seseorang terinfeksi virus ini. Ketika seseorang diketahui terinfeksi HIV AIDS, pada umumnya masyarakat akan langsung berpikir bahwa orang tersebut menggunakan narkoba atau melakukan seks bebas.

Padahal hal tersebut tidak selalu benar. Apalagi jika yang terinfeksi adalah anak-anak, apa mungkin mereka sudah melakukan hal

kesehatan anak

kesehatan anak

negatif seperti itu?

Yap, anak-anak memang tidak luput dari serangan virus ini. Bahkan, bayi yang belum lahir di dunia sekalipun bisa terinfeksi virus ini. Hal ini terjadi jika ibu adalah ODHA. Namun hal ini cukup jarang terjadi dan hanya sekitar 15% kehamilan ibu dengan HIV AIDS melahirkan anak yang telah terinfeksi dalam kandungan. Meskipun begitu, bukan berarti anak aman dari ancaman ini karena ada beberapa penyebab lain yang bisa membuat ibu dengan HIV AIDS menginfeksi anaknya, yaitu:

  • Persalinan

Saat persalinan, sangat besar kemungkinan darah ibu akan bercampur dengan darah anak. Apalagi jika persalinan dilakukan dengan pervaginam (proses lahir normal). Hal ini akan semakin meningkatkan risiko bayi terinfeksi virus dibandingkan dengan persalinan bedah caesar. Menurut penelitian, melahirkan dengan cara bedah caesar dapat menurunkan risiko infeksi virus ini hingga 1%. Itu sebabnya banyak dokter yang lebih menyarankan ibu dengan HIV AIDS untuk melahirkan dengan bedah caesar.

  • Menyusui

Selain darah, cairan lain dalam tubuh Ibu juga bisa menjadi sarana yang membuat anak terinfeksi, salah satunya yaitu ASI (Air Susu Ibu). Memang ASI adalah sumber imun terbaik untuk bayi, namun dalam kasus ibu dengan HIV AIDS, sangat tidak disarankan untuk menyusui anaknya karena dapat meningkatkan risiko bayi terinfeksi sekitar 10 hingga 15%.

Tidak hanya itu saja, ibu dengan HIV AIDS juga diharapkan untuk lebih berhati-hati saat menjaga bayinya. Hindari kontak langsung antara bayi dengan Ibu terutama yang akan membuat bayi terkena cairan tubuh Ibu seperti menciumnya. Ibu juga harus menjaga kebersihan dengan mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh bayi.

Memang ada banyak hal yang harus Ibu perhatikan agar tidak menginfeksi bayi dengan virus ini. Namun bukan berarti Ibu tidak boleh merawat sang buah hati. Selama Ibu lebih berhati-hati dan paham apa yang boleh dan tidak boleh, maka Ibu bisa merawat bayi layaknya ibu lainnya. (Vita)