Path, Pernyaan Pahit Pengakhiran Manis

, , Comment closed

Perkembangan dunia digital yang terus meningkat memunculkan e-commerce serta aplikasi media sosial baru untuk ikut bersaing di dunia bisnis. Tidak bisa di pungkiri bahwa peralihan bisnis produk atau jasa secara konvensional juga mengikuti jejak digital untuk lebih dapat berkembang di dunia pemasaran misalnya layanan asuransi berbasis online, bisnis belanja supermarket secara online, aplikasi ojek online, dan hal lain sebagainya. Bahkan paket internet rumah yang ditawarkan oleh perusahaan provider berlomba-lomba untuk memenuhi kebutuhan fasilitas internet masyarakat.

Namun tidak bisa terelakkan juga bahwa banyak dari aplikasi yang berdiri akhirnya memilih untuk ‘gulung tikar’ atas persaingan pamor antar-aplikasi. Alasan terjadinya hal tersebut adalah karena kurang inovasi baru yang dapat menjadi tren, munculnya cara-cara baru yang lebih praktis untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari, dan atau kepraktisan dalam penggunaan aplikasi tersebut. Seperti hal-nya yang terjadi terhadap aplikasi Path.

Mungkin menjadi suatu ‘trending’ mengenai pernyataan Path yang mengundurkan diri dari dunia sosial media. Mencapai 8 tahun menjadi teman setiap para pengguna media sosial tersebut ternyata memilih untuk menghakhiri perjalanannya dengan bentuk pernyataan yang di publikasikan kepada setiap pengguna. Pernyataan tersebut diketahui memberikan kabar ‘duka’ yang cukup besar dampaknya terhadap penggunanya.

path

engadget.com

Aplikasi yang berbasis posting tentang pengalaman atau apa yang sedang dilakukan oleh penggunanya menyimpan kenangan yang cukup berkesan kepada penggunanya. Hal ini tentunya membuat efek yang cukup ‘tragis’ dengan pemberitahuan bahwa akan ditutupnya aplikasi sharing pengalaman pengguna.

Namun sebagai orang yang berpendidikan, kita dapat melihat ini dari sisi yang berbeda. Ungkapan pemberhentian akses atau undur diri ini memberikan kesan yang cukup baik kepada kita. Path masih memberikan pernyataan ‘pengakhiran yang manis’ sebagai ungkapan perpisahan terhadap audience. Seperti yang diketahui bahwa Dave Morin, selaku Bos Path ini sempat memberikan pernyataan kesannya terhadap pengguna media sosial di Indonesia terhadap salah satu awak media di Indonesia. Menurutnya orang Indonesia merupakan pengguna terbaik media sosial di dunia pada saat itu. Morin pernah mengaku bahwa Path akan menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan pengguna di Indonesia dan memberikan layanan yang lebih baik maupun user experiencenya.

Tetapi setiap awal cerita memiliki sebuah pengakhiran. Path memilih untuk menyudahi ‘pengalaman indahnya’ dengan menutup platform yang sempat menjadi teman terbaik kita. Kita hanya dapat mendoakan yang terbaik terhadap segala keputusan yang telah di pilih oleh tim Path. Akhir kata, semangat terus dan selamat tinggal Path.(VK)