Mulai Menyiapkan pendidikan anak dari sekarang

, , Comment closed

Biaya pendidikan anak yang selalu meningkat setiap tahunnya menjadi pekerjaan rumah bagi para orang tua di mana pun. Sebagai contoh saja, biaya masuk untuk taman kanak-kanak saja saat ini ada yang sudah mencapai jutaan rupiah. Sungguh jumlah yang sangat besar bila dibandingan dengan biaya pendidikan pada jaman kita dulu di mana dengan uang sebesar Rp2 juta atau Rp3 juta saja kita sudah bisa masuk ke perguruan tinggi negeri yang bagus.

Karenanya tidak sedikit para orang tua yang telah menyiapkan dana untuk pendidikan anak ini mulai dari sedini mungkin, entah dengan menggunakan asuransi pendidikan atau tabungan pendidikan. Ya, dua cara ini memang merupakan cara yang paling sering diambil oleh para orang tua baru atau pasangan baru yang merencanakan untuk mendapatkan momongan dalam waktu dekat. Nah, bagi Anda yang juga tengah merencanakan untuk mempersiapkan pendidikan anak, berikut ini perbandingan antara kedua strategi ini, yakni:

Tabungan Pendidikan Anak

  • Merupakan produk yang dikeluarkan oleh bank.
  • Jumlah setoran bisa bervariasi tergantung pada dana yang dimiliki.
  • Suku bunga yang diberikan biasanya tidak terlalu tinggi. Sehingga bila Anda mengharapkan hasil akhir yang tinggi maka tidak akan tercapai bila menggunakan produk ini.
  • Dikenakan biaya administrasi setiap bulannya.
  • Lebih cocok digunakan untuk menambah biaya pendidikan yang sudah ada sebelumnya atau dalam jangka waktu pendek, yakni antara dua hingga lima tahun saja.

Asuransi Pendidikan

 

  • Produk asuransi ini bisa juga berfungsi sebagai proteksi bagi orang tua atau si anak. Bila tertanggung meninggal dunia, maka ahli waris akan mendapatkan dana pertanggungan ditambah dengan hasil investasi.
  • Hasil akhir yang didapatkan bisa lebih besar dibandingkan dengan nilai yang dibayarkan, karena sebagian premi yang dibayarkan diinvestasikan pada reksadana oleh perusahaan asuransi.
  • Bunga yang diberikan tergantung pada kinerja dari investasi yang dilakukan tersebut.
  • Jumlah setoran atau premi yang harus dibayarkan tidak awal berubah dari sejak awal, sesuai dengan kesepakatan di awal. Karenanya cocok untuk yang memiliki disiplin dan komitmen yang tinggi untuk menyetorkan uang secara berkala dan konsisten.
  • Ada biaya asuransi yang dibebankan oleh perusahaan asuransi.
  • Cocok untuk mempersiapkan dana pendidikan dalam jangka waktu yang panjang, yakni mulai dari anak berusia dini. Ini karena hasilnya baru bisa terasa signifikan dalam jangka waktu yang panjang.

Dari kedua perbandingan ini, semoga bisa membantu untuk menentukan startegi mana yang paling tepat untuk Anda.