Mewaspadai Alergi Pada Anak

, , Comment closed

Alergi merupakan salah satu bentuk kelainan yang terjadi pada tubuh berkaitan dengan reaksi kekebalan tubuh terhadap suatu ancaman. Bagi orang dewasa, mereka umumnya sudah paham dengan alergi ini, sehingga bisa menghindarinya. Namun kondisinya akan berbeda pada anak. Mengapa demikian? Sebab, sering kali orangtua dan anak sendiri belum menyadari bahwa dirinya alergi terhadap sesuatu sehingga tetap mengonsumsinya (jika makanan).

Yap, memang terkadang seseorang tidak menyadari bahwa dirinya alergi terhadap sesuatu. Sebab, jika ingin memeriksakan diri untuk mengecek apa saja yang dapat menyebabkan alergi pada tubuh, akan dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Apalagi, penyebab alergi sangat banyak, dan untuk mengetahui apakah tubuh mengalami reaksi alergi atau tidak harus dicek satu per satu. Inilah sebabnya, banyak orang yang tidak memeriksakan hal ini, dan baru mengetahui bahwa dirinya alergi ketika sudah terkena kontak langsung. Sebab itu, anak kecil cenderung lebih sering terkena masalah ini, sebab mungkin saja sang anak belum terkena kontak langsung pada hal yang menyebabkannya alergi, sehingga belum mengetahui bahwa dia alergi terhadap hal tersebut.

Alergi terlihat seperti sebuah masalah yang kecil, paling juga kulit merah dan gatal setelah mengonsumsi makanan yang membuat alrgi. Padahal, masalahnya tidak hanya sebatas itu saja loh. Banyak yang harus dirawat secara intentsif karena masalah ini. Sebab, tidak semua alergi hanya menyebabkan rasa gatal saja, tetapi bisa juga berbagai gejala lainnya, antara lain:

  • Wajah atau beberapa bagian pada wajah membengkak.
  • Diare atau muntah terus menerus.
  • Rasa gatal yang sangat parah pada kulit, disertai dengan munculnya tonjolan yang mengandung air.
  • Batuk dan bersin yang tak kunjung berhenti.
  • Sesak napas
  • Sakit perut
  • Kulit memerah (ruam)
  • Kulit mengelupas

Dari beberapa gejala alergi di atas, sudah jelas bukan bahwa ada beberapa gejala yang tidak akan berbahaya, dan cenderung hanya mengganggu aktivitas anak saja. Misalnya saja, seperti bersin yang tidak kunjung berhenti. Biasanya, hal ini disebabkan karena debu. Sementara, jika efek alergi ini sudah mencapai tahap berbahaya seperti munculnya bengkak, atau sesak napas, maka proses pengobatannya membutuhkan usaha yang lebih serius lagi.