Gunung Padang Dan Legenda Sitti Nurbaya

, , Comment closed

Sebagai kota terbesar di pantai barat Pulau Sumatera, Padang merupakan destinasi wisata yang wajib dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun nonlokal yang rindu akan kawasan alam yang kaya budaya. Terletak pada lokasi geografis yang berbatasan langsung dengan laut dan perbukitan, Kota Padang yang juga menjadi ibukota dari provinsi Sumatera Barat ini menyimpan rahasia di balik keindahannya. Padang telah mengalami banyak perkembangan sejak dulu hingga sekarang. Dimulai dari perkampungan nelayan kecil di pesisir yang mengalami keterbatasan akses dengan dunia luar, hingga menjadi kota pelabuhan yang ramai.

Bicara tentang Kota Padang pasti tidak akan lepas dengan kisah-kisah legendanya yang sering kita dengar semasa kecil dulu. Dimulai dari Malin Kundang, Batu Menangis, hingga kisah roman Sitti Nurbaya yang mengambil latar Kota Padang sebagai penceritanya. Roman Sitti Nurbaya sendiri merupakan karya sastra yang ditulis oleh Marah Rusli dan diterbitkan oleh Balai Pustaka. Roman ini sangat dikenal oleh masyarakat di Padang, maupun luar Sumatera. Kisah ini menceritakan tentang kehidupan percintaan seorang gadis bernama Sitti Nurbaya dengan Samsul Bahri. Keduanya mengalami kisah cinta yang pelik dengan latar belakang kehidupan politik yang bersinggungan dengan pemerintahan Hindia Belanda. Kisah ini berakhir tragis dan menjadi roman yang terus dikenang oleh masyarakat Indonesia, terlebih lagi untuk masyarakat Padang.

Bagi masyarakat Padang, Sitti Nurbaya tidak lagi menjelma sebagai sebuah legenda semata—yang hanya diceritakan lalu hilang. Untuk mengenang kisah roman Sitti Nurbaya, nama gadis Padang ini diabadikan dalam sebuah jembatan yang menghubungkan perbukitan di kawasan wisata Gunung Padang. Di Gunung Padang ini, terdapat pula Taman Sitti Nurbaya yang terletak di ketinggian dan dinaungi oleh pepohonan rindang, serta menjadi objek wisata yang tidak pernah sepi. Sebelum mencapai kawasan ini, pengunjung akan menemukan beberapa batu yang bertumpuk dan membentuk sebuah makam, yang dipercaya sebagai makam Sitti Nurbaya. Kawasan ini merupakan representasi dari kisah Marah Rusli yang menyatakan bahwa di tempat inilah Sitti Nurbaya dimakamkan setelah tewas diracun oleh anak buah Datuk Maringgih.

Terlepas dari semua itu, kepedulian masyarakat Padang untuk menggabungkan keindahan alam dan unsur sastra dalam objek kawasan wisatanya menjadi hal yang patut diapresiasi. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengenal objek wisatanya saja, tetapi juga mengenal kisah yang menjadi legenda di kawasan tersebut.