Dapatkah Bayi Mengalami Hipotermia?

Hipotermia bukan saja hanya dapat dialami oleh para pendaki gunung dan orang dewasa.Tahukan Anda kalau hipotermia ini juga rentan terjadi pada bayi?

Seringkali kita lalai karena info penyakit kali hanya membahas ketika bayi memiliki suhu tubuh tinggi, Padahal, hipotermia atau suhu tubuh bayi yang terlalu rendah juga dapat berbahaya bagi kesehatan dan keseamatan bayi.

Suhu tubuh yang normal untuk bayi adalah 36,6-37 derajat Celsius.Jika suhu tubuh bayi kurang

https://www.sehatq.com

dari standart itu maka dapat dikatakan bayi mengalai hipotermia.

Sama halnya dengan demam pada bayi, Hipotermia juga merupakan hal berbahaya yang perlu ditangani  segera  karena dapat mengakibatkan kematian pada bayi.

Menurut laman IDAI(Ikatan Dokter Anak Indonesia), hipotermia sendiri terbagi menjadi tiga jenis:

Stres dingin.  Suhu tubuh bayi antara 35,5° hingga 36,4° Celsius

Hipotermia sedang. Suhu tubuh bayi antara  32° hingga 35,4° Celsius.

Hipotermia berat. Bayi  mengalami hipotermia berat jika  suhu tubuhnya menunjukkan angka kurang dari 32° Celsiusi pada termometer.

Apa saja gejala hipotermia pada bayi?

  1. Bayi tampak lesu
  2. Bayi tidak mau menyusu dan sulit makan
  3. Tangis bayi terdengar lemah
  4. Kulit bayi pucat dan terasa dingin
  5. Bayi kesulitan bernapas hingga hilang kesadaran
  6. Pada fase stress dingin, tubuh bayi terasa hangat, namun ujung-ujung kaki dan tangannya terasa dingin
  7. Pada fase hipotermia, Anda dapat merasakan tubuh serta tangan dan kakinya dingin

 

Hal apa saja yang menjadi penyebab bayi mengalami hipotermia:

  1. Bayi yang baru lahir prematur lebih beresiko mengalami hipotermia dikarenakan beberapa hal, seperti: kekurangan lemak tubuh, sistem saraf yang belum matang, dan ketidakmampuan untuk mengontrol suhu tubuh.
  2. Popok basah yang dipakai terlalu lama dapat menyebabkan Stress dingin pada bayi, jika dibiarkan terlalu lama tentunya akan menyebabkan hipotermia level selanjutnya
  3. Penyetalan suhu pendingin ruangan yang terlalu rendah untuk bayi
  4. Bayi berendam di air dingin (suhu terlalu diingin untuk tubuh bayi)
  5. Ibu kurang cermat mengeringkan tubuh bayi sehabis mandi sehingga tubuh masih lembap
  6. Infeksi juga bisa menjadi penyebab hipotermia pada bayi. Beberapa infeksi serius telah dikaitkan dengan penurunan suhu tubuh.

Hal-hal berikut ini dapat Anda lakukan untuk mencegah bayi Anda mengalami hipotermia:

  1. Pastikan bayi memakai pakaian yang kering
  2. Menjaga suhu ruangan selalu hangat (usahan suhu ruangan atau kamar tidak kurang dari 25 derajat celcius
  3. Menyelimuti bayi saat tidur
  4. Pastikan popok bayi selalu dalam keadaan kering
  5. Hindari penempatan tempat tidur bayi tepat di arah hembusan angin dari jendela ataupun pendingin ruangan
  6. Persiapkan perlengkapan bayi sebelum memandikannya, seperti pakaian, handuk dan sebagainya, sehingga bayi tidak terlalu kedinginan setelah selesai mandi karena harus menunggu pakaiannya terlalu lama
  7. Mandikan bayi dengan air hangat

Jika bayi Anda mengalami hipotermia, segera larikan ke rumah sakit terdekat karena bayi dapat kehilangan panas suhu tubuhnya lebih cepat daripada orang dewasa. Anda tidak dapat meningkatkan suhu tubuh bayi hanya dengan menambahkan pakaian, memeluk dan sebagainya.

Hal-hal ini  yang dapat Anda lakukan sebagai pertolongan pertama selama menuju ke rumah sakit:

  1. Berikan ASI langsung jika bayi Anda maih mampu menyusu. Pemberian ASI secara langsung memberikan kontak fisik langsung dengan ibu sehingga dapat memberikan kehangatan, selain itu ASI juga dapat mencegah kadar gula darah bayi menurun
  2. Jika tidak dapat secara langsung, Anda dapat memberikan ASI yang diperah menggunakan sendok atau cangkir kepada bayi
  3. Berikan pakaian hangat
  4. Memberikan minuman hangat jika bayi Anda tidak lagi minum ASI