Cegah Diri Jadi Korban Hoax!

, , Comment closed

Ratna

BBC.com

Penipuan kini banyak sekali bentuknya. Dahulu penipuan yang gencar sekali diperbincangkan adalah penipuan barang dagangan. Contohnya seperti bensin abal-abal yang dijual penipu pinggir jalan, merugikan pembeli dan juga distributor bahan bakar minyak itu sendiri. Atau penipuan online yang menjual barang-barang palsu atau bahkan pencurian data pribadi korban melalui proses jual beli online tersebut. Namun kini penipuan tidak hanya sekedar untuk mencari keuntungan materi, tidak jarang penipuan dilakukan untuk mencari sensasi/kebutuhan viral.

Contoh terbarunya adalah penipuan yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet. Siapa yang sangka, nenek berumur 69 tahun ini membuat onar dengan menebarkan informasi palsu; menjadi korban pemukulan di Bandung. Karena dirinya adalah salah satu aktivis politik yang cukup terkenal, kabar tersebut –pun kian dikaitkan dengan urusan-urusan politik, bahkan tidak sedikit tokoh-tokoh politik yang ikut memberikan komentar berupa dukungan kepada Ratna dan tuntutan pihak berwajib untuk segera mencari tersangka pemukulan. Namun setelah diselidiki, diketahui bahwa foto babak belur  Ratna bukan hasil pemukulan, tapi merupakan bengkak akibat suntikan operasi kecantikan.

Jelas kejadian ini bikin geger banyak orang dan juga sebagai peringatan kepada masyarakat luas! Peristiwa ini memperlihatkan bagaimana pesan dengan mudahnya diubah, disebarluaskan, dan diterima begitu saja oleh masyarakat. Jika masyarakat terus seperti ini, masyarakat akan mudah sekali untuk digiring pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengarah pada kehancuran. Oleh karena itu, penting adanya untuk Anda mengetahui cara-cara menghindari menjadi korban hoax!

  • Perhatikan Sumber Pesan!

Kini media online sangat memudahkan siapapun untuk mengirim dan menerima pesan. Jika Anda tidak berhati-hati, pesan yang Anda dapat bisa saja adalah bentuk dari penipuan. Pastikan Anda untuk menerima pesan yang berasal dari sumber yang terpercaya. Yang dimaksud sumber terpercaya adalah bukan tetangga atau saudara, namun media berita yang benar adanya. Berita-berita yang berasal dari media besar seperti CNN atau Tirto.id bisa menjadi pilihan, karena artikel yang tertera tidak hanya menceritakan tentang berita, namun juga memperlihatkan data pendukungnya. Sedangkan berita-berita yang tersebar lewat media sosial (lebih sering ditemukan berita broadcast WhatsApp) harus terlebih dahulu dicari sumbernya sebelum Anda bisa sebar luaskan lagi. Ingat! Meskipun Anda tidak menulis beritanya namun Anda ikut menyebarkan, Anda juga terjangkit hukum jika ditemukan bahwa berita tersebut adalah hoax!

  • Berpikir Terbuka

Manusia pada dasarnya memang lebih suka untuk mendapatkan informasi yang memang diinginkan. Hal ini membuat manusia sulit untuk menjadi objektif dalam berpikir. Kebiasaan membenarkan pendapat diri sendiri membuat Anda akan sulit menerima kenyataan pahit. Orang-orang dengan cara berpikir ini adalah target yang sangat mudah untuk menjadi korban para penipu. Maka dari itu cobalah untuk berpikir terbuka, pahami pesan dari perspektif lain dan hormati pendapat orang lain.

  • Cermat dan Teliti

Dalam menerima pesan apapun bentuknya, entah tulisan, gambar atau video. Pastikan diri Anda untuk berlaku cermat dan teliti. Banyak sekali kebohongan-kebohongan yang dilakukan penipun dengan mengedit artikel, foto sampai video untuk membuat seakan pesan menjadi pesan yang tidak baik atau memiliki makna yang berbeda. Selain itu, jangan mudah termakan pesan-pesan yang mudah untuk dibaca. Pesan-pesan singkat tanpa ada penjelasan lebih lanjut kadang bisa membuat pesan menjadi dipahami dengan makna yang berbeda! Selalu biasakan diri untuk mencari informasi terpercaya terlebih dahulu yang memiliki data-data pendukung terpercaya.

Kesimpulan akhir dari tips ini adalah untuk menjadi orang yang terliterasi. Biasakan diri Anda untuk tidak mudah tergiring pesan-pesan yang ada dimedia. Semoga bermanfaat!