Cara-Cara Menghadapi Depresi Sejak Dini

, , Comment closed

depresi

Fight Depression!

Depresi kini menjadi kata yang sering didengar dikalangan anak muda. Banyak orang yang berbondong-bondong menyuarakan ”depression is not a joke” atau bahasa Indonesianya : depresi bukanlah becandaan. Hal ini mulai tergerak dengan munculnya berita-berita tentang anak-anak muda yang memilih untuk mengakhiri hidupnya karena depresi, entah depresi tekanan kerja atau bahkan tekanan melakukan skripsi. Meskipun Allianz klaim sangatlah mudah untuk dilakukan, memiliki asuransi kesehatan atau jiwa saja tidak cukup untuk membantu kamu melewati masa-masa depresi. Bahkan sangat sedikit asuransi yang mampu memberikan fasilitas bantuan untuk pengobatan-pengobatan yang cenderung mental daripada fisik.

Depresi adalah kondisi mental terburuk seseorang, dimana dirinya masih waras namun sudah tidak memiliki harapan untuk apapun. Berikut adalah tanda-tanda depresi :

  1. Selalu merasa sedih atau hampa
  2. Perasaan yang pesimis
  3. Merasa dirinya tidak berguna dan tidak dapat ditolong lagi
  4. Hobi atau kesenangan lainnya sudah tidak menarik lagi
  5. Badan terasa lemas
  6. Sulit untuk mengingat dan konsentrasi
  7. Insomnia dan hilang napsu makan
  8. Memikirkan untuk mengakhiri hidup

Tanda-tanda diatas sangat sulit dibaca oleh orang lain, sehingga melawan depresi menjadi hal yang sangat susah karena pribadi itu sendiri yang harus berjuang. Yang lebih menyakitkan lagi, depresi tidak dianggap serius oleh banyak orang. Terutama ketika yang menderita depresi adalah anak-anak muda. Kebanyakan orang menyamakan depresi dengan sedih sementara atau bahkan dikatakan baper. Padahal jika tidak langsung diatasi, bisa menyebabkan nyawa orang melayang!

Menurut beberapa penelitian, generasi millennial adalah generasi yang memiliki peringkat teratas dimana sangat mudah untuk menjadi depresi. Salah satu alasan besarnya adalah media sosial. Generasi ini lahir dan tumbuh bersamaan dengan teknologi, membuat teknologi tersebut menjadi bagian penting dihidup para generasi millennial. Satu hal buruk akibat kedekatan ini adalah; generasi millennial menjadi lebih perfeksionis. Sifat ini adalah dorongan dari bagaimana tiap individu menginginkan untuk menjadi seseorang yang sesuai dengan keinginan orang lain. Selain itu ekspetasi hidup yang terlalu tinggi (bisa juga disebabkan oleh pengaruh yang terlihat dari media sosial) membuat generasi millennial lebih mudah jatuh pada depresi ketika dirinya tidak dapat memenuhi ekspetasi tersebut.

Maka dari itu, perlu adanya kamu untuk mengetahui cara-cara menghadapi depresi!

  • Perangi Depresi, Bukan Menghindari!

Banyak yang berpikir bahwa dengan melupakan masalah sudah cukup. Mungkin untuk beberapa masalah kecil itu adalah jawaban terbaik, namun untuk depresi, NO! Stop memanipulasi diri sendiri dengan menutup-nutupi dan menghindari permasalahan tersebut. Hal yang harus dilakukan adalah untuk mencari aksi, menemukan jawaban bagaimana bisa keluar dari kondisi tersebut. Percayalah, menghindari berbeda dengan menghilangkan, suatu saat kondisi itu bisa datang kembali dengan efek buruk yang lebih besar.

  • Talk Helps

Cari bantuan disekitar. Temukan orang-orang yang dapat dipercaya dan memiliki cara berpikir yang terbuka, sehingga mudah untuk memahami kondisi depresimu. Sulit memang rasanya untuk membicarakan depresi, entah itu karena rasa malu atau takut. Tapi dengan sekedar membicarakan tentang depresi, kamu akan merasa sedikit lebih lega. Hal ini adalah salah satu cara kecil memerangi depresi. Jangan biarkan kamu melawan kondisi ini sendirian.

  • Ask Help

Jika sudah merasa sangat parah, ada baiknya kamu untuk mencari dokter therapy khusus masalah depresi. Orang-orang professional tersebut bisa membantu kamu melewati masa-masa suram tersebut. Namun jika kamu masih merasa tidak sanggup untuk membawa diri ke dokter, kamu bisa hubungi beberapa nomor 119 (lokasi Indonesia) untuk konsultasi.

Jangan pernah ragu untuk mencari bantuan dikala depresi. Kamu tidak sendiri.