Bolehkah Melakukan Diet Ekstrem Untuk Menurunkan Berat Badan?

, , Comment closed

diet

Diet Ekstrem Boleh Atau Tidak?

Pernahkah Anda berpikir untuk melakukan diet ekstrem demi mendapatkan bentuk tubuh yang ideal? Mungkin Anda pernah ingin melakukannya tapi takut dengan risiko yang mungkin terjadi. Yah, meskipun Anda memiliki polis asuransi kesehatan sehingga tinggal mengajukan Allianz Klaim saat mengalami masalah kesehatan, tetap saja hal ini sebaiknya tidak dilakukan. Sebab, masalah kesehatan yang bisa terjadi bukanlah hal yang sederhana dan bisa menjadi sangat serius.

Mengapa demikian? Sebab, pelaku diet ekstrem biasanya hanya mengonsumsi satu jenis makanan atau nutrisi tertentu, menghindari nutrisi tertentu, atau sejenisnya. Tergantung pada jenis diet ekstrem yang dilakukan. Namun, di antara banyaknya jenis diet ekstrem, diet dengan tidak mengonsumsi karbohidrat dan sangat membatasi makanan tinggi kalori menjadi pilihan. Padahal, hal ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan masalah kesehatan seperti yang di jelaskan dalam situs health.usnews.com.

Menurut seorang spesialis penyakit dalam dan obesitas di New York-Presbyterian University Hospital of Columbia and Cornell, Louis J. Aronne, keberhasilan diet yang dilakukan hanyalah sebuah ilusi. Sebab, penurunan berat badan yang terjadi justru berasal dari berkurangnya air, bukan lemak. Hal tersebut terjadi karena pada saat Anda terlalu membatasi konsumsi kalori dan karbohidrat secara berlebihan, tubuh akan mencari sumber lain untuk dibakar. Dibandingkan dengan lemak, glikogen akan menjadi pilihan utama tubuh. Sementara glikogen adalah bentuk karbohidrat yang tersimpan dalam hati juga otot, dan di dalamnya terkandung banyak air. Sehingga ketika glikogen terbakar, maka air yang melekat juga akan keluar dari tubuh. Inilah yang menyebabkan tubuh pada akhirnya mengalami dehidrasi.

Tidak hanya itu, hal ini juga memengaruhi otot Anda. Sebab, pada saat Anda menurunkan berat badan secara lambat dan stabil, 25% penurunan berat berasal dari air dan otot tubuh. Jika Anda melakukan diet ekstrem dengan mengurangi konsumsi kalori sebanyak 1.000 hingga 1.200 dari kebutuhan tubuh, maka tubuh akan memecah protein otot sebagai sumber energi. Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan dan dipresentasikan pada 2014 European Congress on Obesity, menunjukkan bahwa menurunkan berat badan dengan cepat dapat membuat Anda kehilangan otot 3 kali lebih cepat dibandingkan jika Anda menurunkannya secara perlahan. Otot yang terpengaruh bisa otot pada bagian manapun, termasuk jantung. Masalah otot yang paling umum terjadi yaitu atrofi otot, atau terjadinya penurunan massa otot. Ketika terjadi penurunan massa otot atau atrofi otot, maka pengobatan di bawah pengawasan dokter harus segera dilakukan.

Hmm, cukup mengerikan kan dampak yang ditimbulkan? Apalagi selain kedua hal di atas, masih banyak hal yang terjadi pada tubuh saat melakukan diet ekstrem, dan semuanya cukup mengerikan. Jadi, yakin masih mau mengambil risikonya dan mencoba diet tersebut? (Vita)