Bingung Cara Memulai Bisnis Freelance? Ikuti Tips ini Saja!

, , Comment closed

freelance

unsplash.com

Punya uang jajan tambahan pastinya bikin diri seneng banget kan? Bisa beli barang-barang keinginan tanpa harus minta uang ke orang tua lagi. Kamu bisa belajar menjadi pribadi yang lebih mandiri dengan mencari uang jajan tambahan tersebut, salah satunya dengan berbisnis freelance. Freelance adalah pekerjaan lepas, dimana kamu tidak akan terikat dengan perusahaan apapun. Kamu cukup mencari klien yang membutuhkan jasa yang kamu miliki. Kemajuan teknologi dan banyaknya fasilitas modern makin membantu kamu untuk mendorong potensi menjadi seorang freelancer. Contohnya seperti kini mudah sekali untuk bekerja, kamu bisa menggunakan café-café yang ada di kawasan Jakarta sebagai tempat bekerja. Jika kamu ingin konsentrasi lebih maksimal supaya semakin produktif, kamu bisa menggunakan layanan kantor bersama di ibukota seperti coworking space di Jakarta Selatan, Just Co.

Kamu ingin memulai bisnis freelance tapi bingung caranya? Berikut adalah beberapa tipsnya!

  • Temukan Skill Kamu!

Hal terpenting untuk membuka bisnis freelance adalah tahu jasa apa yang bisa kamu tawarkan untuk calon klien. Gunakan keahlian-keahlian atau hobi kamu sebagai sumber pendapatan. Misalnya skill seperti fotografi, menulis, komunikasi atau desain bisa kamu gunakan untuk bisnis freelance. Pastikan kamu memang sudah mahir didalam keahlian tersebut!

  • Gunakan Media Sosial Untuk Boosting Jasa.

Kamu bisa menggunakan beberapa platform media sosial untuk mendorong popularitas jasa yang kamu tawarkan. Media sosial yang bisa kamu gunakan adalah Instagram, Facebook, YouTube dan juga Linkedin. Kamu bisa mendapatkan klien melewati sosial media tersebut, tidak jarang juga perusahaan-perusahaan mencari freelance menggunakan media sosial dimana dianggap seperti bagian dari portofolio dan CV. Pastikan konten-konten media sosial kamu bisa mendukung pekerjaan kamu!

  • Siapkan Data-Data Profesional.

Selalu pastikan kamu sudah memiliki data-data professional secara lengkap. Hal ini dilakukan untuk berjaga-jaga jika suatu saat ada calon klien yang meminta data tersebut. Data yang dimaksud bisa berupa portofolio, CV dan surat lamaran kerja. Jangan sampai calon klien membatalkan niatnya untuk memperkerjakan kamu karena kamu memakan waktu terlalu lama untuk membuat data-data tersebut. Kamu juga bisa gunakan media sosial untuk menaruh link portofolio atau CV kamu di bagian biodata sehingga mempermudah calon klien untuk melihat potensi kamu.

  • Aktif Apply Freelance Job!

Jangan hanya berharap kamu yang akan didekati oleh calon klien. Kamu juga harus aktif mencari potensi-potensi calon klien kamu! Jangan berdiam diri saja, mulai mencari lowongan pekerjaan freelance atau bahkan menawarkan jasa freelance ke perusahaan-perusahaan. Kamu juga bisa menggunkan koneksi-koneksi yang sudah kamu miliki untuk menawarkan jasa kamu!

Tidak ada satupun pekerjaan yang mudah. Semua pasti memiliki plus dan minusnya masing-masing. Kamu harus memiliki komitmen yang besar untuk membangun bisnis freelance tersebut, meskipun pekerjaan ini sangatlah fleksibel. Kamu harus belajar untuk bertanggung jawab dengan pekerjaan yang sudah diberikan, sehingga klien kamu bisa memberikan kesan yang baik. Kesan baik ini bisa mendorong klien untuk terus bekerja sama dengan kamu, atau bahkan membantu kamu mendapatkan klien-klien yang baru. Semoga bermanfaat! (Della)