Apa Benar Makan Keju Bikin Gagal Diet?

, , Comment closed

Keju merupakan salah satu bahan makanan yang sangat disukai oleh semua orang. Namun demikian, tahukah kamu, ternyata terdapat beberapa jenis keju yang kerap dikonsumsi dan menjadi favorit masyarakat, seperti cream cheese, blue vein soft cheese, soft cheese, dan lain sebagainya. Meskipun begitu, keju juga dikenal dengan kandungan lemaknya. Oleh sebab itu, banyak orang diet yang mengurangi bahkan menghindari konsumsi keju sama sekali. Bahkan ketika semakin banyak makanan kekinian yang ditambah dengan campuran keju mozarella di dalamnya, kamu yang sedang diet pun terpaksa harus tahan untuk melihatnya.

Namun, apakah benar keju tidak disarankan untuk orang yang sedang diet? Apakah dengan mengonsumsi keju lantas diet dapat gagal dalam sekejap? Mengutip dari hellosehat, penelitian di tahun 2011 dalam jurnal Current Nutrition & Food Science, “mengonsumsi produk susu atau susu tidak memengaruhi

keju

keju

kenaikan berat badan atau komposisi tubuh anak serta remaja.” Begitu pula pada orang dewasa. International Journal of Obesity mengatakan bahwa mengonsumsi 3-4 produk olahan susu, termasuk keju, dalam sehari tidak akan meningkatkan berat dan komposisi tubuh orang dewasa. Justru sebaliknya, mengonsumsi keju dapat membantu mengendalikan berat badan.

Bagaimana bisa keju dapat membantu mengendalikan berat badan? Menurut penelitian yang dilansir dari hellosehat, mengonsumsi keju dengan protein tinggi dapat menurunkan masa lemak lebih cepat dan meningkatkan masa non lemak pada wanita yang kelebihan berat badan. Hal ini dikarenakan protein dalam keju dapat membuat perut menjadi kenyang lebih lama sehingga gula darah lebih stabil.

Asalkan, jumlah keju yang dimakan tidak berlebihan. Selain itu, ada beberapa keju pilihan yang dianjurkan untuk dikonsumsi saat sedang diet, seperti berikut ini misalnya:

  • Keju feta. Keju ini berasal dari susu kambing dan kandungan lemaknya lebih sedikit daripada keju cheddar, yakni sekitar 75 kalori per setengah cangkir.
  • Keju mozarella. Nah, kabar baik nih untuk kamu yang gemar dengan keju mozarella. Keju mozaella termasuk keju yang tinggi protein tapi rendah lemak.
  • Keju parmesan. Keju parmesan juga boleh dikonsumsi saat sedang diet. Kamu bisa menjadikannya tambahan di atas salat atau pasta.

Nah itu dia beberapa fakta tentang keju yang perlu kamu ketahui. Asalkan jenis keju tinggi protein dan jumlah yang dikonsumsi tidak berlebihan, keju tidak akan bikin gagal diet! (Rima)