5 Alasan Menggunakan Micro Influencer Instagram

, , Comment closed

Berdasarkan WeAreSocial.net dan Hootsuite, pengguna aktif Instagram di Indonesia mencapai 53 juta orang, dengan jumlah pengguna aktif ini menempatkan Indonesia menjadi negara dengan pengguna Instagram terbanyak ketiga di dunia.

Instagram dengan memanfaatkan micro dan macro influencer saat ini menjadi bagian dari strategi digital untuk penjualanan. Namun, tahukah Anda bahwa micro influencer yang kadang dianggap kurang potensial ternyata sangat potensial untuk bisnis Anda?

Mereka yang dikategorikan sebagai micro influencer di Instagram sendiri merupakan orang yang memiliki 1.000 sampai 100.000 followers. Menurut HelloSociety, micro influencer memiliki tingkat engagement 60% lebih tinggi dari seorang selebgram.

Berikut kelebihan dari micro influencer:

  1. Dapat menyasar target yang niche

Menggunakan Micro influencer memberikan Anda kesempatan untuk menunjukkan produk yang Anda miliki pada kelompok yang lebih spesifik, misalnya adalah followers dari micro influencer tersebut. Niche yang spesifik ini dapat berujung pada peningkatan engagement yang kemudian berpotensi mengarah pada penjualan.

  1. Biaya yang cukup terjangkau

Dikarenakan follower micro influencer lebih sedikit, maka dana yang dikeluarkan untuk menyewa jasa micro influencer lebih murah dibandingkan macro influencer

  1. Mendapatkan tingkat engagement yang lebih tinggi

Asumsinya adalah dengan menggunakan macro influencer maka iklan Anda akan semakin dikenal oleh orang banyak. Namun, dari segi engagement tentunya berbeda. Jika Anda menggunakan micro influencer maka tingkat engagement akan menjadi lebih tinggi dibanding para selebriti instagram. Ini disebabkan karena mereka memiliki followers yang segmented dan memiliki ketertarikan yang serupa.

  1. Micro influencer terkesan lebih otentik

Micro-influencer dapat membuat pengikutnya mempercayai produk Anda, karena micro influencer ini masih cenderung memiliki engagement dengan followers mereka.Para followers ini mem-follow mereka karena alasan tertentu, misalnya micro influencer tersebut seorang sosok yang ahli di bidang tertentu misalnya kamera, kecantikan, film dan masih banyak lagi.

Dalam prosesnya-pun para micro influencer ini masih otentik karena mereka masih memposting konten mereka secara pribadi, edit foto  hingga membalas komentar-komentar follower mereka.