4 Cara Mengembangkan Email List Subcriber

, , Comment closed

Menjalankan digital marketing dengan Digital Agency di Jakarta biasanya banyak hal yang disarankan guna mendongkrak penjualan. Namun, perlu disadari adalah sebuah usaha harus memiliki subcriber untuk email marketing mereka, karena email marketing akan membantu penjualan perusahaan,

Dengan email marketing, Anda akan dengan mudah dan ekonomis (dari segi budget) untuk melakukan promosi. Sebelum dapat melakukan email marketing dengan hasil yang memuaskan, terlebih dahulu Anda harus memilki subcriber email. Berikut mari kita pelajari bagaiman cara untuk mendapatkan subcriber email

4 Cara Mengembangkan Email List Subcriber

  1. Berikan Penawaran Berharga

Untuk menargetkan orang memberikan email mereka yang aktif beserta beberapa data penting yang mungkin Anda butuhkan, Anda harus memberikan penawaran yang berharga. Penawaran berharga ini bisa seperti voucher yang bisa ditukarkan, produk tester, atau bahkan ebook

  1. Siapkan Call to Action (CTA) yang Variatif

 

Call To Action atau CTA adalah sebuah instruksi yang didesain agar pengunjung website melakukan aktivitas atau memberikan respon langsung sehingga menghasilkan konversi. Call to action Anda adalh tahap subcribe email.

Anda dapat membuat call to action yang disesuaikan dalam berbagai bentuk, dari teks, tombol sederhana, atau bahkan banner. Sesuaikan bentuk CTA dengan tempat peletakannya sehingga tidak mengganggu pengalaman pengunjung website.

 

  1. Buat Call to Action yang Menarik

Teks CTA tidak harus selalu “daftar sekarang”, “Download Ebook”, Anda dapat membuat CTA yang bisa membedakan penawaran Anda dari website-website serupa. Buatlah teks CTA sekreatif mungkin sehingga pengunjung tidak akan mengabaikan penawaran Anda.

 

  1. Berikan Form Singkat

Akan lebih mudah jika pengunjung Anda hanya harus mensubmit email dan nama mereka saja, namun jika Anda memerlukan data lainnya dari pengunjung website Anda untuk CTA maka hindari formulir sign up yang terlalu panjang. Formulir yang terlalu panjang hanya akan membuat pengunjung website mengurungkan niat untuk subscribe. Selain malas mengisi, terlalu banyak kolom juga membuat pengunjung website mempertanyakan keamanan informasi yang mereka berikan. Pengguna internet cenderung berhati-hati dalam memberikan informasi pribadi karena khawatir akan disalahgunakan.